1. Pendahuluan
    Durian montong merupakan salah satu varietas durian paling populer di Indonesia. Durian ini dikenal dengan ukuran buah yang besar, daging tebal, dan rasa manis yang dominan. Karena kualitasnya yang unggul, durian montong banyak dibudidayakan secara komersial dan menjadi favorit di pasar lokal maupun internasional.
  2. Asal Usul dan Persebaran
    Durian montong berasal dari Thailand dan mulai masuk ke Indonesia sejak beberapa dekade lalu. Varietas ini kemudian berkembang pesat karena mampu beradaptasi dengan baik pada berbagai kondisi lingkungan di Indonesia. Saat ini, durian montong banyak dibudidayakan di daerah Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
  3. Klasifikasi Ilmiah
    Durian montong termasuk dalam spesies durian unggulan. Klasifikasi ilmiahnya adalah:
    Kingdom : Plantae
    Divisi : Magnoliophyta
    Kelas : Magnoliopsida
    Ordo : Malvales
    Famili : Malvaceae
    Genus : Durio
    Spesies : Durio zibethinus
    Varietas : Montong
  4. Ciri-Ciri Durian Montong
    Durian montong memiliki ciri khas yang mudah dikenali, antara lain:
    Ukuran buah besar, dapat mencapai 3–5 kg per buah
    Bentuk buah bulat hingga lonjong
    Kulit buah berwarna hijau kekuningan
    Duri relatif besar dan jarang
    Daging buah berwarna kuning pucat hingga kuning keemasan
    Biji kecil hingga sedang
  5. Rasa dan Tekstur
    Durian montong memiliki rasa manis yang kuat dengan sedikit rasa pahit. Tekstur daging buahnya tebal, lembut, dan tidak berserat. Aroma durian montong cukup tajam, tetapi masih tergolong lembut dibandingkan beberapa varietas durian lainnya.
  6. Syarat Tumbuh
    Durian montong tumbuh optimal di daerah beriklim tropis dengan suhu 24–30°C. Tanaman ini memerlukan curah hujan yang cukup serta tanah yang subur, gembur, dan memiliki drainase baik. Ketinggian ideal untuk pertumbuhan durian montong berkisar antara 50–800 meter di atas permukaan laut.
  7. Budidaya Durian Montong
    Budidaya durian montong biasanya dilakukan dengan teknik vegetatif seperti okulasi atau sambung pucuk agar sifat unggul tanaman tetap terjaga. Perawatan meliputi pemupukan berkala, penyiraman, pemangkasan cabang, dan pengendalian hama serta penyakit. Durian montong umumnya mulai berbuah pada umur 4–6 tahun setelah tanam.
  8. Kandungan Gizi
    Durian montong mengandung berbagai zat gizi penting, antara lain:
    Karbohidrat sebagai sumber energi
    Lemak alami yang memberikan rasa legit
    Vitamin C dan vitamin B kompleks
    Mineral seperti kalium, fosfor, dan magnesium
  9. Nilai Ekonomi
    Durian montong memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena permintaan pasar yang stabil. Buahnya sering dijual dengan harga premium, terutama saat musim panen raya. Selain dijual sebagai buah segar, durian montong juga diolah menjadi berbagai produk seperti dodol durian, es krim, dan pancake durian.
  10. Kesimpulan
    Durian montong merupakan varietas durian unggulan yang memiliki ukuran besar, daging tebal, dan rasa manis lezat. Dengan budidaya yang tepat dan perawatan yang baik, durian montong dapat menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan sekaligus memenuhi kebutuhan buah berkualitas tinggi di pasaran.
Kategori: Buah

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *